SEMARANG – Peringatan Dies Natalis ke-12 Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang, menghadirkan suasana berbeda melalui kegiatan “Sehat Ceria Bersama PIAUD”, Jumat (6/11/2026). Melalui jalan sehat, senam bersama, dan kegiatan kebersamaan, mahasiswa serta dosen diajak memaknai perjalanan program studi dengan membangun budaya hidup sehat dan mempererat hubungan di lingkungan akademik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-12 PIAUD FTIK UIN Walisongo Semarang. Selain menghadirkan aktivitas fisik, acara dimeriahkan dengan pembagian doorprize dan menikmati aneka makanan tradisional rebus atau godogan bersama. Perpaduan olahraga dan interaksi sosial tersebut menghadirkan ruang perjumpaan antara mahasiswa dan dosen di luar rutinitas perkuliahan.

Menjadikan Dies Natalis sebagai Momentum Membangun Budaya Sehat

Peringatan hari lahir sebuah program studi tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan institusi, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai yang mendukung kehidupan akademik. Bagi PIAUD FTIK UIN Walisongo, kebersamaan dan kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang produktif, inklusif, dan menyenangkan.

Melalui kegiatan jalan sehat dan senam bersama, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai. Kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar, mengajar, dan pengembangan diri.

Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdur Rohman, M.Ag., menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan, keseimbangan hidup, dan kualitas hubungan antarsivitas akademika.

“Pendidikan yang berkualitas perlu didukung oleh lingkungan akademik yang sehat, baik secara fisik maupun sosial. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memperkuat kesadaran bahwa kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian merupakan bagian dari budaya pendidikan. Dies Natalis PIAUD ke-12 menjadi momentum untuk terus membangun lingkungan akademik yang humanis dan saling mendukung”, Prof. Dr. Abdur Rohman, M.Ag.

Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan manusia secara utuh. Dalam konteks pendidikan calon guru anak usia dini, budaya hidup sehat dan interaksi sosial yang positif juga memiliki relevansi dengan nilai-nilai pendidikan yang kelak diterapkan dalam lingkungan pembelajaran anak.

Jalan Sehat, Senam, dan Godogan: Menghidupkan Kebersamaan di Luar Ruang Kuliah

Kegiatan “Sehat Ceria Bersama PIAUD” dikemas melalui aktivitas yang sederhana, partisipatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jalan sehat dan senam bersama menjadi sarana untuk mendorong aktivitas fisik sekaligus memperkuat interaksi antara dosen dan mahasiswa.

Berbeda dari kegiatan akademik yang berlangsung dalam ruang kelas, aktivitas bersama ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkomunikasi secara lebih terbuka. Interaksi informal semacam ini penting untuk membangun keakraban, rasa memiliki, serta hubungan yang positif dalam komunitas program studi.

Suasana kebersamaan semakin terasa melalui pembagian doorprize dan kegiatan menikmati makanan godogan bersama. Kehadiran makanan tradisional berupa aneka bahan pangan yang direbus memberikan nuansa sederhana dan akrab dalam perayaan Dies Natalis.

Selain menjadi bagian dari tradisi kebersamaan, pilihan makanan godogan juga dapat menjadi pengantar edukasi mengenai keberagaman pangan lokal dan kebiasaan mengonsumsi makanan yang diolah secara sederhana. Nilai ini relevan dengan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam memperkenalkan kebiasaan hidup sehat melalui pengalaman sehari-hari.

Ketua Program Studi PIAUD FTIK UIN Walisongo Semarang, Dr. Agus Khunaifi, M.Ag., menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter dan kebersamaan keluarga besar PIAUD.

“Kami ingin Dies Natalis ke-12 PIAUD memiliki makna yang dekat dengan kehidupan mahasiswa dan dosen. Jalan sehat, senam, dan makan bersama merupakan kegiatan sederhana, tetapi mengandung nilai penting tentang kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang juga perlu dimiliki calon pendidik anak usia dini agar mampu menjadi teladan melalui perilaku dan kebiasaan sehari-hari”,Dr. Agus Khunaifi, M.Ag.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa penguatan komunitas akademik dapat dilakukan melalui aktivitas yang tidak selalu berorientasi pada kegiatan formal. Ruang interaksi yang terbuka dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat antara mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat identitas kolektif program studi.

Dua Belas Tahun PIAUD: Menumbuhkan Kepedulian dan Keteladanan Calon Pendidik

Memasuki usia ke-12, PIAUD FTIK UIN Walisongo memiliki kesempatan untuk merefleksikan perannya dalam menyiapkan calon pendidik anak usia dini. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori dan keterampilan mengajar, tetapi juga pembentukan sikap, kebiasaan, dan keteladanan.

Anak usia dini belajar melalui pengamatan, interaksi, dan pengalaman langsung. Karena itu, calon pendidik perlu memahami bahwa nilai-nilai seperti menjaga kesehatan, bekerja sama, menghargai orang lain, dan membangun suasana menyenangkan dapat dikenalkan melalui praktik sederhana.

Dalam konteks tersebut, kegiatan “Sehat Ceria Bersama PIAUD” memiliki relevansi yang lebih luas daripada sekadar perayaan ulang tahun program studi. Aktivitas fisik bersama memberikan contoh pentingnya bergerak secara aktif, sementara kegiatan makan bersama menjadi ruang untuk menumbuhkan kebiasaan berinteraksi, berbagi, dan menghargai kebersamaan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa PIAUD ketika kelak merancang kegiatan pembelajaran yang melibatkan gerak, permainan, interaksi sosial, serta pengenalan pola hidup sehat kepada anak-anak. Tentu, penerapannya perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan perkembangan, dan kondisi lingkungan belajar.

Bagi lingkungan perguruan tinggi, kegiatan sederhana seperti ini juga menunjukkan bahwa budaya akademik yang sehat dapat dibangun melalui kebiasaan kolektif. Aktivitas bersama yang dilakukan secara konsisten berpotensi memperkuat hubungan sosial serta menghadirkan suasana kampus yang lebih ramah dan mendukung proses pendidikan.

Dies Natalis ke-12 PIAUD FTIK UIN Walisongo pada akhirnya mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya tumbuh dari proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dari nilai-nilai yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui langkah kaki dalam jalan sehat, gerakan senam bersama, dan keakraban menikmati godogan, PIAUD menghadirkan pesan sederhana: pendidikan yang bermakna dimulai dari lingkungan yang sehat, hubungan yang hangat, dan keteladanan yang nyata.