
ِPada Senin, 8 Juni 2026, UIN Walisongo Semarang membuka Program Kompetensi Dosen Pemula (PKDP), diselenggarakan bersama Kementerian Agama Republik Indonesia dan difasilitasi oleh Lembaga Pengembangan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang) di bawah kepemimpinan Dr. Saminanto, M.Pd. Program ini dirancang untuk memperkuat profesionalisme dosen di seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dengan fokus pada peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Peserta dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) antara lain Dr. H. Nur Abadi, S.Ag., M.Pd, Muhammad Fahrun Nadhif, M.Pd.I, Dr. Sholihatul Atik Hikmawati, M.Pd.I, Dr. Agustin Hanivia Cindy, M.Pd., dan Mohammad Yusuf Setyawan, M.Hum. Kegiatan ini menekankan pentingnya komitmen dosen untuk mencapai jabatan guru besar, bukan sekadar jabatan administratif, sesuai arahan Rektor UIN Walisongo Semarang dalam sesi Pembukaan oleh Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.
PKDP 2026 berlandaskan peraturan Kementerian Agama RI, termasuk PMA Nomor 7 Tahun 2021 dan KMA Nomor 856 Tahun 2021 tentang penilaian dosen. Pendekatan andragogik diterapkan untuk mendukung demokratisasi ilmu pengetahuan dan pengajaran yang adaptif terhadap keberagaman mahasiswa.
Strategi dan Mekanisme Kegiatan.
Program ini disusun dengan kombinasi kegiatan offline di ISC dan daring (8–23 Juni 2026). Materi inti mencakup karir dan jabatan dosen, pengembangan RPS, evaluasi pembelajaran, penulisan karya ilmiah, dan moderasi beragama. Kepala LPM, Dr. Saminanto, M.Pd, menyampaikan bahwa tujuan PKDP tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran strategis dosen dalam perencanaan karir dan integritas akademik. Beliau menambahkan, “Sebagai penyelenggara, kami berharap peserta mampu menginternalisasi nilai profesionalisme, berkontribusi pada inovasi pendidikan, dan menjadi teladan bagi generasi mahasiswa selanjutnya.”
Peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, membuat instrumen penilaian dan video pembelajaran digital, serta menyusun artikel yang layak diterbitkan di jurnal terindeks. Kelulusan melibatkan pre-test, ISC, OJC, dan post-test, memastikan penguasaan kompetensi secara menyeluruh.
Dampak dan Harapan Jangka Panjang
PKDP 2026 menghadirkan model strategis pengembangan karir dosen, termasuk beasiswa untuk pendidikan doktoral, sertifikasi, dan pengelolaan angka kredit berbasis kinerja. Hal ini mempermudah perhitungan kenaikan pangkat dari Asisten Ahli hingga Guru Besar, sambil memastikan integritas akademik melalui pengawasan komite independen dari LPM.
Selain aspek teknis, PKDP membangun paradigma dosen sebagai pengajar yang mampu meneliti, menghasilkan luaran ilmiah, dan berkontribusi bagi masyarakat. Evaluasi pembelajaran yang komprehensif, penulisan karya ilmiah, dan moderasi beragama menjadi pondasi kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Dr. Saminanto, M.Pd sebagai penyelenggara berharap PKDP ini menjadi katalisator transformasi dosen profesional dan beretika, mampu bersaing secara nasional dan global. Dengan koordinasi Kementerian Agama Republik Indonesia, program ini juga menjadi rujukan strategis bagi PTKI lain untuk menyiapkan dosen berkualitas tinggi, adaptif, dan berdaya saing.
