
Semarang — Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Walisongo Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing melalui pelaksanaan Musabaqah Al-Arabiyyah Ad-Dakhiliyyah 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini berlangsung pada Selasa–Rabu, 2–3 Juni 2026, dengan pusat kegiatan di lingkungan kampus UIN Walisongo Semarang, antara lain Aula Kampus 1 Lantai 2, Audit Kampus 1 Lantai 1, Masjid Lantai 2 Kampus 2, Dekanat Lantai 3, dan ruang D12.
Aula Kampus 1 Lantai 2 telah dipenuhi antusiasme peserta, panitia, dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab. Rangkaian pembukaan diawali dengan pengondisian peserta, pembacaan tilawatil Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMJ PBA, sambutan panitia, sambutan Ketua HMJ, hingga sambutan dari unsur pimpinan jurusan dan fakultas. Momentum pembukaan menjadi penanda bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai ruang akademik untuk menumbuhkan kecintaan, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap bahasa Arab.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kaprodi S1 Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Naifah, M.S.I. Dalam narasi pembukaannya, Dr. Naifah menekankan bahwa Musabaqah Al-Arabiyyah Ad-Dakhiliyyah merupakan bagian penting dari proses pembinaan mahasiswa PBA. Bahasa Arab, menurutnya, harus dihadirkan sebagai bahasa ilmu, bahasa komunikasi, bahasa peradaban, sekaligus bahasa pembentukan karakter akademik. Karena itu, tema “PBA Beradab” menjadi sangat relevan sebagai spirit kegiatan.
Tema tersebut memperkuat gagasan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab tidak cukup hanya menguasai aspek linguistik secara teknis, tetapi juga perlu menampilkan keindahan adab, etika akademik, komitmen belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Semangat ini sejalan dengan tema besar kegiatan, yaitu menggelorakan bahasa Arab menuju mahasiswa PBA yang BERADAB: berprestasi, adaptif, dan berkomitmen.
Dari Empat Maharah Menuju Profesionalisme Calon Pendidik Bahasa Arab
Musabaqah Al-Arabiyyah Ad-Dakhiliyyah 2026 dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memperkuat kompetensi profesional dan kompetensi pedagogis. Kompetensi profesional tercermin dari kemampuan mahasiswa dalam menguasai bahasa Arab secara aktif dan produktif, sedangkan kompetensi pedagogis tampak dari kemampuan mereka memahami, mengomunikasikan, serta mengembangkan pembelajaran bahasa Arab secara kreatif, komunikatif, dan bermakna.
Rangkaian lomba yang diselenggarakan menjadi media konkret untuk mengasah empat maharah kebahasaan, yaitu maharah istima’ atau keterampilan menyimak, maharah kalam atau keterampilan berbicara, maharah qira’ah atau keterampilan membaca, dan maharah kitabah atau keterampilan menulis. Keempat keterampilan ini menjadi fondasi utama bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, terutama bagi mereka yang kelak akan berperan sebagai pendidik, peneliti, pengembang bahan ajar, maupun praktisi bahasa Arab di berbagai ruang sosial dan akademik.
Berbagai cabang perlombaan yang digelar, seperti debat bahasa Arab, qiraatus syi’ir, kaligrafi, qiraatul akhbar, ghina Arabiy, taqdimul qissah, dan khitobah, menunjukkan bahwa bahasa Arab dapat dipelajari melalui banyak ekspresi. Ia dapat hadir dalam bentuk argumentasi, seni baca, tulisan indah, penyampaian berita, nyanyian, cerita, dan pidato. Melalui ragam lomba tersebut, mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi penguasaan bahasa, tetapi juga dari aspek kreativitas, keberanian, artikulasi gagasan, estetika, dan ketepatan berpikir.
Pelaksanaan kegiatan selama dua hari juga memperlihatkan manajemen organisasi mahasiswa yang terstruktur. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sejumlah perlombaan, termasuk debat sesi pertama, qiraatus syi’ir, kaligrafi, qiraatul akhbar, ghina Arabiy, serta debat sesi kedua. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan debat final, taqdimul qissah, khitobah, pembagian hadiah, penampilan, penutupan, dan evaluasi. Rangkaian ini menunjukkan bahwa kegiatan dirancang bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga untuk memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi peserta dan panitia.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang pembuktian bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak berhenti di kelas. Bahasa Arab perlu dihidupkan melalui praktik, kompetisi, kolaborasi, dan ekspresi akademik. Dalam suasana musabaqah, mahasiswa belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses, keberanian adalah pintu kemajuan, dan adab adalah fondasi dari setiap prestasi.
Musabaqah Al-Arabiyyah Ad-Dakhiliyyah 2026 akhirnya menjadi gerakan akademik yang mempertemukan bahasa, budaya, seni, pedagogi, dan karakter dalam satu ruang pembelajaran. Dengan mengusung semangat PBA Beradab, kegiatan ini menegaskan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UIN Walisongo Semarang sedang dipersiapkan untuk menjadi generasi yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga indah dalam adab, kuat dalam komitmen, adaptif dalam perubahan, dan siap berkontribusi bagi peradaban.
