Semarang, 14 September 2026 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Walisongo Semarang tampil memukau sebagai penari dalam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di Kota Semarang. Penampilan mereka bukan sekadar hiburan, melainkan simbol integrasi seni budaya dengan syiar Al-Qur’an, sekaligus bukti bahwa generasi muda Islam mampu menghadirkan dakwah yang kreatif, inspiratif, dan relevan dengan zaman.

Panggung Nasional, Generasi Qur’ani

MTQ Nasional di Semarang pada 14 September 2026 menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan qari dan qariah terbaik dari seluruh Indonesia. Dalam penutupan acara, mahasiswa PIAUD UIN Walisongo tampil sebagai penari pendukung, didampingi dosen pembimbing Irchamni Putriningtyas, M.Pd. Penampilan ini menegaskan bahwa syiar Al-Qur’an dapat dikemas secara kreatif melalui seni tari, sehingga lebih dekat dengan masyarakat lintas generasi. Keterlibatan mahasiswa ini penting karena menunjukkan peran perguruan tinggi Islam dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan seni dan budaya. Di tengah tantangan era digital, seni tari yang dipadukan dengan nilai Qur’ani menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan secara universal.

Kreativitas Tari, Dampak Nyata

Persiapan mahasiswa PIAUD dilakukan dengan latihan intensif, memadukan koreografi yang selaras dengan tema MTQ dan nilai religius. Dengan dukungan penuh dari dosen pendamping, mereka mampu menampilkan tarian yang harmonis, memikat audiens, dan memperkuat atmosfer penutupan MTQ Nasional. Dampak nyata dari keterlibatan ini adalah meningkatnya kepercayaan diri mahasiswa untuk tampil di panggung nasional serta memperkuat citra UIN Walisongo sebagai kampus yang mampu mengintegrasikan pendidikan, seni, dan dakwah Qur’ani. Penampilan mahasiswa PIAUD juga menjadi bukti bahwa seni budaya dapat menjadi sarana dakwah yang inklusif, menyentuh hati masyarakat, dan memperluas jangkauan pesan Qur’ani.

Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., Dekan FTIK UIN Walisongo, menegaskan: “Partisipasi mahasiswa PIAUD dalam MTQ Nasional adalah bukti bahwa syiar Al-Qur’an dapat dikemas dengan cara kreatif dan relevan. Mereka tidak hanya membawa nama kampus, tetapi juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa generasi muda Islam mampu berkontribusi dalam ranah seni budaya sekaligus dakwah.”

 Inspirasi Seni, Arah Masa Depan

Keterlibatan mahasiswa PIAUD dalam MTQ Nasional memberikan pelajaran penting bahwa integrasi seni dan nilai Qur’ani dapat menjadi strategi efektif untuk memperluas jangkauan dakwah. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani tampil di ranah nasional dengan karya kreatif yang tetap berakar pada nilai keagamaan. Ke depan, UIN Walisongo berkomitmen memperkuat pembinaan seni budaya Islami agar semakin banyak mahasiswa yang mampu berkontribusi di ajang nasional maupun internasional. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat inovasi dakwah yang relevan dengan dinamika global.

Penampilan mahasiswa PIAUD UIN Walisongo Semarang sebagai penari di penutupan MTQ Nasional menegaskan bahwa syiar Al-Qur’an dapat hadir dalam bentuk yang kreatif, inspiratif, dan mendunia. Dari panggung Semarang, semangat integrasi seni dan dakwah Qur’ani diharapkan terus bergema, menginspirasi generasi muda, dan memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam membangun masyarakat yang berilmu dan berbudaya.