Semarang, Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada 25–26 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi fakultas dan program studi untuk melakukan refleksi akademik, memastikan ketercapaian standar mutu pendidikan, serta memperkuat arah pengembangan program studi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Tim asesor LAMDIK yang hadir dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Hj. Rugaiyah Yazid, M.Pd. sebagai Asesor I dan Dr. Ansar, M.Si. sebagai Asesor II. Proses asesmen berlangsung di Ruang Dosen Lt. 1 Gedung FTIK IsDB Kampus 3 UIN Walisongo Semarang dengan melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, pengelola program studi, lembaga penjaminan mutu, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra pengguna lulusan.

Asesmen LAMDIK sebagai Momentum Refleksi dan Penguatan Mutu Akademik

Pelaksanaan asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam sistem penjaminan mutu eksternal pendidikan tinggi. Melalui proses ini, Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam dievaluasi secara komprehensif berdasarkan berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari visi, misi, tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian lulusan.

Bagi UIN Walisongo Semarang, asesmen lapangan bukan hanya dimaknai sebagai proses memperoleh pengakuan akreditasi, tetapi juga sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur efektivitas pengelolaan program studi serta menemukan ruang pengembangan yang lebih luas.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., menegaskan bahwa akreditasi merupakan bagian dari budaya mutu perguruan tinggi yang harus terus dibangun secara konsisten.

“Akreditasi merupakan ruang refleksi bagi perguruan tinggi untuk melihat capaian yang telah dilakukan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu dikembangkan. Melalui proses asesmen ini, kami berharap program studi semakin mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat,” Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag.

Kegiatan asesmen ini juga menjadi kesempatan bagi fakultas untuk menunjukkan berbagai inovasi dan capaian yang telah dilakukan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Abdul Rohman, M.Ag., menyampaikan bahwa penguatan mutu akademik harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika.

Menurutnya, keberhasilan program studi tidak hanya diukur melalui capaian administratif, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan proses pendidikan yang relevan, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Verifikasi Bukti, Dialog Akademik, dan Evaluasi Berbasis Standar Kependidikan

Dalam proses asesmen, tim asesor LAMDIK melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap berbagai dokumen pendukung yang menggambarkan penyelenggaraan Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam. Evaluasi dilakukan melalui wawancara, observasi, serta diskusi bersama berbagai unsur yang berkaitan langsung dengan pengelolaan program studi.

Tim asesor menggali informasi mengenai implementasi kurikulum, strategi pembelajaran, pengembangan kompetensi dosen, produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sistem layanan mahasiswa, serta hubungan program studi dengan alumni dan pengguna lulusan.

Asesor I LAMDIK, Prof. Dr. Hj. Rugaiyah Yazid, M.Pd., dan Asesor II LAMDIK, Dr. Ansar, M.Si., melakukan penilaian berdasarkan standar yang telah ditetapkan LAMDIK dengan memperhatikan kesesuaian antara dokumen perencanaan, implementasi kegiatan, evaluasi capaian, serta tindak lanjut pengembangan.

Selain proses verifikasi, asesmen lapangan juga menjadi forum akademik yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan antara asesor dan sivitas akademika. Masukan dari asesor menjadi bagian penting untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta meningkatkan efektivitas pengelolaan program studi.

Pengelola Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam turut memaparkan berbagai capaian dan strategi pengembangan, termasuk penguatan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan penelitian, perluasan kerja sama, serta peningkatan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia pendidikan.

Dari Akreditasi Menuju Transformasi: Membangun Masa Depan Pendidikan Islam yang Unggul

Asesmen lapangan LAMDIK menjadi langkah penting dalam perjalanan Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam UIN Walisongo Semarang untuk memperkuat posisi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan.

Proses evaluasi ini memberikan gambaran mengenai capaian yang telah diraih sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan pada masa mendatang. Berbagai rekomendasi yang diberikan tim asesor diharapkan dapat menjadi pijakan bagi program studi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat tata kelola, dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional serta karakter yang kuat.

Dinamika pendidikan tinggi saat ini menuntut perguruan tinggi tidak hanya mampu mempertahankan standar mutu, tetapi juga terus berinovasi dalam menjawab perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, asesmen lapangan tidak berhenti sebagai proses evaluasi, melainkan menjadi bagian dari perjalanan transformasi akademik.

Dengan semangat peningkatan mutu berkelanjutan, FTIK UIN Walisongo Semarang berkomitmen menjadikan hasil asesmen sebagai energi baru untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui langkah tersebut, Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam diharapkan semakin mampu mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun global.