FTIK

Tim Magister Ilmu Linguistik FIH UNDIP Gelar Pelatihan Penulisan Akademik bagi Mahasiswa PBI UIN Walisongo

Semarang, 17 September 2026 — Universitas Diponegoro (Undip) melalui Program Magister Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melaksanakan pelatihan penulisan akademik bagi mahasiswa semester 5 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat (PkM) sekaligus langkah strategis memperkuat kapasitas akademik mahasiswa agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang sistematis, kritis, dan berbasis bukti.

Menghadapi Tantangan Literasi Akademik

Pelatihan yang berlangsung di Gedung D FTIK UIN Walisongo menghadirkan Kaprodi Magister Ilmu Linguistik FIB Undip, Prihantoro, S.S., M.A., Ph.D., bersama tim narasumber: Prof. Dr. Agus Subiyanto, M.A.; Dr. Nurhayati, M.Hum.; Dr. Mualimin, M.Hum.; Dr. Catur Kepirianto, M.Hum.; serta Dr. Suryadi, M.Hum. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam penulisan akademik, seperti kesulitan mengembangkan ide, membangun argumentasi, serta menggunakan referensi secara tepat. Persoalan tersebut menjadi krusial karena penulisan ilmiah merupakan fondasi utama dalam dunia akademik, baik untuk penyusunan proposal penelitian, artikel ilmiah, maupun tugas akhir.

Di tengah tuntutan global akan kualitas pendidikan tinggi, kemampuan menulis karya ilmiah yang bermutu menjadi indikator penting bagi mahasiswa. Pelatihan ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterampilan menulis yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Strategi Interaktif dan Dampak Nyata

Materi pelatihan mencakup pengembangan topik, penyusunan paragraf akademik, teknik sitasi dan parafrase, serta strategi membangun research gap dan novelty. Mahasiswa juga diarahkan untuk membaca sumber secara kritis, membandingkan perspektif, dan melakukan sintesis literatur. Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, analisis contoh tulisan, dan praktik langsung.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan pertanyaan seputar strategi penulisan. Mereka menyoroti persoalan nyata yang dihadapi, seperti kesulitan merumuskan ide utama, menjaga koherensi antarparagraf, serta menghindari plagiarisme melalui parafrase yang tepat. Dengan praktik langsung, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan konsep yang disampaikan narasumber pada tulisan mereka sendiri.

Dampak nyata dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman mahasiswa bahwa penulisan akademik bukan sekadar menuangkan gagasan, melainkan membangun argumentasi berbasis bukti. Kompetensi tersebut diharapkan mendukung mereka dalam menyusun proposal penelitian, artikel ilmiah, hingga tugas akhir. Lebih jauh, pelatihan ini menumbuhkan kesadaran bahwa penulisan ilmiah adalah sarana untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi atas persoalan masyarakat.

Dekan FTIK UIN Walisongo, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., menegaskan pentingnya kegiatan ini: “Pelatihan penulisan akademik ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik Bahasa Inggris yang tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang kuat. Kami berharap kerja sama dengan Undip terus berlanjut, sehingga mahasiswa dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

Inspirasi Kolaborasi dan Arah Masa Depan

Pelatihan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan. Sinergi antara Undip dan UIN Walisongo menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama akademik dapat menghasilkan dampak langsung bagi mahasiswa. Model pelatihan interaktif yang diterapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk mengembangkan program serupa, terutama dalam menghadapi tantangan rendahnya literasi akademik di kalangan mahasiswa.

Pelajaran penting yang dapat dipetik adalah bahwa peningkatan kompetensi akademik tidak bisa hanya mengandalkan perkuliahan reguler, tetapi membutuhkan intervensi khusus berupa pelatihan, praktik, dan pendampingan intensif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori penulisan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam karya nyata.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi penguatan kerja sama akademik berkelanjutan antara Undip dan UIN Walisongo. Kolaborasi dapat diperluas ke bidang penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan program pengabdian masyarakat yang lebih luas. Dengan langkah ini, kedua institusi berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kritis, produktif, dan berdaya saing global.

 

Exit mobile version