FTIK

Tiga Mahasiswi PBA Siap Mengabdi di Makkah Lewat Kolaborasi Dua Prodi

Tiga mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2023 UIN Walisongo Semarang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata Internasional di Arab Saudi pada 22 Juli hingga 27 Agustus 2026. Selama 37 hari, mereka dijadwalkan melaksanakan pengabdian di Sekolah Indonesia Luar Negeri Makkah.

Program tersebut terlaksana melalui kerja sama Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dengan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah UIN Walisongo Semarang. Kolaborasi ini dirancang untuk mempertemukan kompetensi bahasa, pendidikan, pelayanan, dan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam lingkungan internasional.

Dari Ruang Kuliah Menuju Pengabdian Internasional

Ketiga mahasiswa yang mengikuti program tersebut ialah Carinda Azaria, Yuhelmi Yuspita, dan Najwa Hafidzah Azzahra. Mereka merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2023 yang terpilih sebagai peserta KKN Internasional Arab Saudi.

Bagi ketiganya, keberangkatan ke Makkah bukan sekadar perpindahan tempat belajar dari Indonesia ke luar negeri. Mereka akan memasuki lingkungan pendidikan yang memiliki karakter peserta didik, budaya belajar, pola komunikasi, dan kebutuhan pendampingan yang berbeda dengan sekolah di dalam negeri.

Sekolah Indonesia Luar Negeri Makkah menjadi ruang pengabdian yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan komunitas pendidikan Indonesia di Arab Saudi. Dalam konteks tersebut, kemampuan berbahasa Arab tidak hanya digunakan sebagai kompetensi akademik, tetapi juga sebagai sarana komunikasi, adaptasi sosial, dan penyelesaian persoalan di lapangan.

KKN internasional menjadi penting karena mahasiswa dituntut menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Mereka tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga mewakili Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan UIN Walisongo Semarang dalam lingkungan pendidikan lintas negara.

Mekanisme seleksi, tahapan pembekalan, jumlah pendaftar, serta indikator penilaian peserta masih perlu dilengkapi agar publik memperoleh gambaran lebih utuh mengenai proses keberangkatan mahasiswa tersebut.

Kolaborasi Keilmuan untuk Menjawab Kebutuhan Lapangan

Kerja sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah memperlihatkan bahwa pengabdian internasional membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Kompetensi kebahasaan dan pendidikan perlu didukung oleh pemahaman mengenai pelayanan, komunikasi antarbudaya, tata kelola kegiatan, serta karakter sosial masyarakat Arab Saudi.

Selama berada di Sekolah Indonesia Luar Negeri Makkah, ketiga mahasiswa diproyeksikan terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Bentuk kegiatan secara terperinci, seperti pendampingan pembelajaran bahasa Arab, pengembangan media pembelajaran, kegiatan literasi, atau program penguatan karakter, masih menunggu informasi resmi dari penyelenggara.

Pengalaman tersebut berpotensi mengembangkan empat kemampuan utama mahasiswa, yaitu komunikasi lintas budaya, penerapan bahasa Arab dalam situasi autentik, kerja sama dalam tim, dan kemampuan memecahkan persoalan secara langsung. Kompetensi tersebut sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas karena membutuhkan interaksi dengan lingkungan sosial yang nyata.

Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Naifah, M.S.I., memberikan pesan agar para peserta menjadikan kegiatan ini sebagai proses pembelajaran akademik sekaligus pembentukan karakter.

“KKN internasional ini harus menjadi ruang belajar untuk menguatkan kompetensi bahasa Arab, kepekaan sosial, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi. Jagalah nama baik UIN Walisongo Semarang serta bawalah pulang pengalaman yang dapat dibagikan kepada mahasiswa lain.”

Pesan itu menempatkan keberhasilan program bukan hanya pada terlaksananya keberangkatan, tetapi pada kemampuan peserta memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Mahasiswa juga diharapkan mendokumentasikan proses, tantangan, dan hasil pengabdian agar pengalaman mereka dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa berikutnya.

Pengalaman Global yang Harus Dibawa Pulang

KKN internasional memberikan pelajaran bahwa kompetensi global tidak selalu dibangun melalui forum akademik atau konferensi. Kompetensi tersebut juga tumbuh ketika mahasiswa menghadapi perbedaan budaya, menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat, berkomunikasi dalam situasi baru, serta mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, keterlibatan mahasiswa di Makkah dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi relevansi pembelajaran di kampus. Pengalaman para peserta nantinya dapat menunjukkan kompetensi apa yang telah memadai dan aspek apa yang masih perlu diperkuat, terutama dalam komunikasi praktis, pengajaran bahasa Arab, literasi digital, manajemen kelas, serta pemahaman budaya.

Program ini juga dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih berkelanjutan. Setelah menyelesaikan pengabdian, peserta dapat berbagi pengalaman melalui seminar, laporan praktik baik, bahan ajar kontekstual, atau sesi pembekalan bagi calon peserta KKN internasional berikutnya. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada tiga mahasiswa yang berangkat, tetapi dapat menyebar kepada lingkungan akademik yang lebih luas.

Keberangkatan Carinda Azaria, Yuhelmi Yuspita, dan Najwa Hafidzah Azzahra menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab dapat bergerak melampaui teks dan ruang kelas. Di Makkah, bahasa akan berhadapan langsung dengan manusia, budaya, pendidikan, dan persoalan nyata. Dari pengalaman itulah pengabdian memperoleh maknanya: pengetahuan tidak hanya dikuasai, tetapi digunakan untuk memberi manfaat.

Exit mobile version