FITK

Manajemen Pendidikan Islam Jadi Rujukan KKL STAI Ki Ageng Pekalongan

Semarang —Suasana akademik di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang semakin dinamis dengan hadirnya rombongan STAI Ki Ageng Pekalongan dalam kegiatan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) di Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kehadiran tersebut menjadi agenda strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan, mendorong pertukaran pengalaman akademik, serta memperluas pemahaman mengenai tata kelola pendidikan Islam yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada mutu.

Kegiatan KKL ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kunjungan akademik seperti ini bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang saling menguatkan. Perguruan tinggi, menurutnya, perlu terus membuka ruang kolaborasi agar mampu merespons perubahan zaman dengan lebih strategis.

Kehadiran Ketua STAI Ki Ageng Pekalongan, Nur Anafi, M.Pd.I., bersama rombongan menandai kuatnya komitmen lembaga dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui praktik langsung di lingkungan akademik yang relevan. KKL menjadi sarana bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori manajemen pendidikan Islam di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana tata kelola program studi, budaya akademik, dan pengembangan kelembagaan dijalankan di perguruan tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Kaprodi S2 Manajemen Pendidikan Islam FTIK UIN Walisongo Semarang, Dr. Mukhamad Rikza, S.Pd.I., M.S.I., turut memberikan paparan mengenai profil, arah pengembangan, serta keunggulan Program Studi Magister MPI. Ia menjelaskan bahwa Prodi S2 MPI terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan kepemimpinan dan pengelolaan lembaga pendidikan Islam masa kini.

Dengan aktif peserta terlibat dalam pertukaran gagasan mengenai pengembangan mutu pendidikan Islam. Diskusi yang terbangun membuktikan tujuan dari KKL yaitu perjalanan akademik, melainkan ruang belajar bersama yang mempertemukan pengalaman, harapan, dan visi penguatan lembaga pendidikan Islam.

Melalui kegiatan ini, FTIK UIN Walisongo Semarang semakin meneguhkan posisinya sebagai fakultas yang terbuka, kolaboratif, dan menjadi rujukan dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam. Kunjungan STAI Ki Ageng Pekalongan menjadi bukti bahwa reputasi akademik FTIK tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di dalam kampus, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam membangun jejaring kelembagaan yang produktif.

Selanjutnya dengan KKL memperjelas bahwa bahwa masa depan pendidikan Islam membutuhkan kerja bersama. Ketika lembaga pendidikan saling bertemu, berdialog, dan berbagi praktik baik, maka yang tumbuh bukan hanya pengetahuan, tetapi juga komitmen kolektif untuk menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, relevan, dan berdampak bagi masyarakat.

Exit mobile version