FTIK

Kaprodi PPG UIN Walisongo Dipercaya Jadi Sekretaris Umum APSPPG-PTK 2025–2028

Jakarta — Peran UIN Walisongo Semarang dalam penguatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di tingkat nasional semakin nyata. Ketua Program Studi PPG FITK UIN Walisongo, Dr. Hj. Dwi Istiyani, M.Ag., resmi dilantik sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Asosiasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru Perguruan Tinggi Keagamaan (PP APSPPG-PTK) periode 2025–2028. Pelantikan berlangsung di Redtop Hotel & Convention Center Jakarta, Rabu (16/9/2026), diikuti sekitar 90 pengelola PPG dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi momentum konsolidasi tata kelola pendidikan profesi guru keagamaan.

Kepengurusan Baru dan Tantangan Tata Kelola PPG

Pelantikan pengurus APSPPG-PTK periode 2025–2028 dituangkan melalui SK Nomor 001/PP-APSPPG-PTK/SK/09/2026. Struktur kepengurusan menempatkan Dr. Nino Indrianto, M.Pd. (UIN KHAS Jember) sebagai Ketua Umum, Dr. Dwi Istiyani sebagai Sekretaris Umum, serta sejumlah tokoh lain di posisi strategis. Kepengurusan ini diperkuat divisi fungsional seperti Akademik dan Kurikulum, Penjaminan Mutu, Riset dan Publikasi, hingga Teknologi Informasi dan Digitalisasi, serta koordinator wilayah dari Sumatera hingga Papua.

Kehadiran sekitar 90 peserta yang terdiri atas ketua prodi, sekretaris, pengelola, dan administrator PPG dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan menegaskan urgensi penguatan tata kelola PPG. Tantangan utama yang dihadapi adalah peningkatan mutu guru agama dan madrasah di tengah dinamika kebijakan pendidikan nasional. Direktur PAI Kemenag RI, Dr. M. Munir, menekankan bahwa asosiasi harus terus berinovasi dan berkontribusi substantif bagi pengembangan mutu pendidikan agama.

Agenda Strategis dan Komitmen Kepemimpinan

Rapat kerja pasca-pelantikan membahas tiga agenda strategis: persiapan PPG Prajabatan, PPG Mata Pelajaran Umum, serta penguatan sistem penjaminan mutu LPTK. Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk bertukar pengalaman, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan solusi bersama.

Ketua Umum APSPPG-PTK, Dr. Nino Indrianto, mengajak seluruh pengurus untuk bekerja keras, cerdas, dan tuntas. “Kita memikul tanggung jawab besar untuk menjalankan amanah sesuai tupoksi masing-masing. Integritas adalah kunci agar seluruh program kerja asosiasi dapat terlaksana optimal demi kemajuan pendidikan keagamaan,” ujarnya.

Kepercayaan kepada Dr. Dwi Istiyani sebagai Sekretaris Umum mencerminkan kontribusi UIN Walisongo dalam membangun tata kelola PPG nasional. Dalam wawancara, ia menegaskan, “Keterlibatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memperkuat profesionalitas guru dan mutu LPTK Keagamaan. Kami ingin memastikan bahwa PPG tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar menghasilkan guru berkualitas.”

Dekan FITK UIN Walisongo, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., menambahkan perspektif penting: “Amanah ini bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan nyata. Kami berharap APSPPG-PTK menjadi ruang kolaborasi strategis yang berkelanjutan, sehingga mutu guru agama di Indonesia terus meningkat.”

Motor Perubahan Pendidikan Keagamaan

Keterlibatan aktif UIN Walisongo dalam kepengurusan APSPPG-PTK menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan tidak hanya berperan sebagai penyelenggara PPG, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi nasional. Pelajaran penting yang dapat dipetik adalah perlunya sinergi lintas lembaga untuk menjawab tantangan pendidikan profesi guru yang semakin kompleks.

Asosiasi diharapkan tidak berhenti sebagai wadah pengelolaan program PPG, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi strategis dalam pengembangan kompetensi guru agama dan madrasah secara berkelanjutan. Dengan struktur kepengurusan yang solid, APSPPG-PTK berpotensi menjadi katalisator peningkatan mutu guru agama di Indonesia.

Momentum pelantikan ini juga memberi inspirasi bahwa perubahan nyata dalam pendidikan tidak hanya lahir dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari komitmen kolektif perguruan tinggi dan asosiasi profesi. Ke depan, APSPPG-PTK diharapkan mampu merespons dinamika pendidikan dengan inovasi, memperkuat jejaring antar-LPTK, dan menghadirkan solusi konkret bagi peningkatan kualitas guru.

Pelantikan kepengurusan APSPPG-PTK periode 2025–2028 menandai langkah baru dalam penguatan pendidikan profesi guru keagamaan. Dengan agenda strategis yang jelas, dukungan Kementerian Agama, serta komitmen perguruan tinggi seperti UIN Walisongo, asosiasi ini diharapkan mampu menjadi motor perubahan dalam peningkatan mutu guru agama di Indonesia. Peran Dr. Dwi Istiyani sebagai Sekretaris Umum memperlihatkan komitmen nyata UIN Walisongo dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

 

 

Exit mobile version