FTIK

Gandeng Sekolah, Tim Riset UIN Walisongo Susun Policy Brief Mitigasi Intoleransi Siswa berbasis Cerita Rakyat

UIN Walisongo Online, Magelang – Tim Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk “Penyusunan Policy Brief Rekonstruksi Cerita Rakyat Nusantara sebagai Media Mitigasi Intoleransi Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia” pada Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan SMP Negeri 1 Magelang ini diikuti oleh jajaran pendidik serta pemangku kepentingan pendidikan setempat.

Riset strategis ini didanai penuh melalui skema MoRA The AIR Funds (Awakening Indonesian Research Funds), sebuah program bantuan pendanaan riset kolaboratif bergengsi antara Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tim riset UIN Walisongo diketuai oleh Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Ag., dengan anggota peneliti yang terdiri dari Dr. Citra Rizky Lestari, M.Pd., Dr. Zulfa Fahmy, M.Pd., Rina Susi Cahyawati, M.Pd., dan Achmad Muchammad Kamil, M.Pd.

Rekonstruksi Narasi Lokal untuk Inklusivitas Anak

Ketua Tim Riset, Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Ag., menegaskan bahwa penanaman nilai toleransi dan moderasi beragama harus dimulai sejak jenjang pendidikan dasar melalui pendekatan pedagogis yang dekat dengan dunia anak. Cerita rakyat Nusantara dinilai memiliki potensi kultural yang luar biasa, namun sebagian narasinya memerlukan dekontruksi dan rekonstruksi kritis agar terbebas dari stereotip atau bias primordial.

“Cerita rakyat merupakan media tutur yang sangat efektif untuk membentuk imajinasi moral anak. Namun, agar relevan dengan tantangan kebangsaan hari ini, narasi-narasi lokal tersebut perlu kita rekonstruksi secara kritis agar memuat pesan-pesan perdamaian, penghargaan atas perbedaan, dan kesetaraan. Melalui riset berbasis MoRA The AIR Funds ini, kami menyusun policy brief sebagai formulasi rekomendasi kebijakan bagi pembuat keputusan di tingkat nasional agar media literasi berbasis kearifan lokal ini dapat diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum pendidikan dasar,” tegas Prof. Syamsul.

Ia menambahkan bahwa pelibatan aktif para guru dalam forum FGD ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa draf kebijakan dan media pembelajaran yang dirancang benar-benar berakar pada kebutuhan riil di kelas.

Apresiasi Sekolah dan Pelibatan Guru

Kepala SMP Negeri 1 Magelang, Dr. Ida Rianawaty, S.Si., M.Pd., menyambut hangat kepercayaan yang diberikan oleh Tim Riset UIN Walisongo dalam menjadikan sekolahnya sebagai mitra strategis penggalian data dan penyerapan aspirasi.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar maupun menengah merupakan langkah yang sangat maju. Isu intoleransi dan perundungan berbasis perbedaan adalah tantangan nyata dalam dunia pendidikan saat ini. Pendekatan kultural melalui rekonstruksi cerita rakyat yang digagas oleh UIN Walisongo ini memberikan perspektif baru yang menyegarkan bagi para guru. Kami berharap hasil riset ini melahirkan panduan konkret yang dapat diterapkan guru dalam membangun karakter siswa yang inklusif dan toleran,” ungkap Dr. Ida.

Rekomendasi Kebijakan Berbasis Data Empiris

Selama sesi FGD, para guru dan peneliti berdiskusi interaktif mengidentifikasi berbagai naskah cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia yang berpotensi diolah kembali. Para peserta membedah struktur cerita, elemen karakter, hingga penyisipan nilai-nilai moderasi beragama yang ramah anak.

Hasil akhir dari kegiatan ini akan dirumuskan menjadi sebuah dokumen kebijakan (policy brief) resmi yang akan diserahkan kepada Kemenag RI dan LPDP. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan strategis dalam pengembangan bahan ajar literasi, penguatan profil pelajar Pancasila, serta mitigasi potensi intoleransi di lingkungan madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar secara nasional.

 

Exit mobile version