FTIK

FTIK UIN Walisongo 2026: PLP II Menyatukan Mahasiswa dengan 90 Sekolah Mitra

Laboratorium Pendidikan (Labdik) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang menegaskan bahwa pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II tahun 2026 akan segera dilaksanakan dengan kepastian penuh. Penyesuaian jadwal dilakukan bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh mahasiswa yang sempat tertunda pendaftarannya tetap dapat berpartisipasi. Hal ini mencerminkan komitmen FTIK dalam memberikan kesempatan yang adil bagi lebih dari 900 mahasiswa yang telah terverifikasi sebagai peserta, sekaligus menjamin kesiapan puluhan sekolah mitra yang akan menjadi lokasi praktik.

Peristiwa Utama dan Persoalan yang Dihadapi

PLP II UIN Walisongo 2026 menjadi tonggak penting bagi mahasiswa FTIK sebelum metode pelaksanaan program ini mengalami perubahan. Kepala Labdik FTIK, Mustakimah, menuturkan bahwa jadwal yang semula direncanakan pada pertengahan September harus disesuaikan karena masih ada mahasiswa yang terlambat mendaftar akibat kendala teknis, seperti lupa, kerusakan perangkat, atau kurangnya informasi.

Dari data awal tercatat lebih dari seribu pendaftar, namun setelah verifikasi jumlah riil peserta sekitar 900 mahasiswa. Kondisi ini menuntut penyesuaian besar, terutama dalam menyiapkan sekolah mitra yang diperkirakan mencapai 90 sekolah, dengan tetap memperhatikan agenda akademik masing-masing sekolah seperti Ulangan Tengah Semester (UTS).

Dekan FTIK UIN Walisongo, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., menegaskan bahwa PLP II bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi fakultas dalam menyiapkan calon guru yang siap menghadapi dinamika sistem pendidikan.

“PLP II adalah jembatan antara teori di kampus dan praktik nyata di sekolah. Kami memastikan mahasiswa akan memperoleh pengalaman lapangan yang relevan dan terarah, sehingga mereka benar-benar memahami realitas pendidikan,” ujarnya penuh keyakinan.

Proses, Gagasan, dan Dampak Nyata

Labdik FTIK menempuh sejumlah langkah sistematis sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah. Tahapan dimulai dari pendaftaran, pengolahan data untuk menghindari duplikasi, hingga pembekalan mahasiswa. Ibu Mustakimah, M.Pd selaku Kepala Labdik menekankan bahwa satu nama mahasiswa bisa tercatat tiga hingga empat kali, sehingga verifikasi manual menjadi keharusan.

Setelah data bersih, mahasiswa akan mengikuti coaching atau pembekalan. Tahap berikutnya adalah penyamaan persepsi dengan kepala sekolah dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sebelum pelepasan resmi ke sekolah mitra. Proses ini bukan sekadar administratif, melainkan upaya membangun kesepahaman antara kampus dan sekolah agar mahasiswa dapat berkontribusi sesuai kebutuhan nyata.

Wakil Dekan II FTIK, Prof. Dr. Fihris, M.Ag., menambahkan bahwa koordinasi dengan sekolah mitra menjadi tantangan tersendiri. “Kami harus menyesuaikan dengan kalender akademik sekolah. PLP II tidak bisa dipaksakan tanpa memperhatikan agenda sekolah seperti UTS. Justru di situ letak pembelajaran bagi mahasiswa: memahami bahwa dunia pendidikan penuh dengan dinamika,” jelasnya.

Dampak langsung dari PLP II adalah keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem sekolah. Dengan jumlah peserta yang besar, program ini berpotensi memperkuat hubungan antara UIN Walisongo dan sekolah mitra, sekaligus memberi pengalaman lapangan yang relevan bagi mahasiswa calon guru.

Pelajaran, Inspirasi, dan Arah Ke Depan

PLP II 2026 menegaskan bahwa pendidikan lapangan merupakan hasil sinergi lintas institusi. Penyesuaian jadwal, verifikasi data, dan komunikasi intensif dengan sekolah mitra memperlihatkan bahwa keberhasilan program ditentukan oleh ketelitian teknis yang menjadi ciri profesionalitas Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Walisongo.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk memahami realitas pendidikan di sekolah: keterbatasan waktu, kebutuhan adaptasi, dan pentingnya komunikasi. Bagi kampus, pelaksanaan PLP II menjadi refleksi tentang bagaimana sistem akademik harus fleksibel menghadapi dinamika lapangan.

PLP II UIN Walisongo 2026 dipastikan akan terlaksana sesuai jadwal resmi yang telah ditetapkan. Pelepasan dan Penerjunan mahasiswa ke sekolah/madrasah dilangsungkan pada Selasa, 29 September 2026.

Program ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan tonggak penting dalam menyiapkan generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan metode pembelajaran di masa depan. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti pada teori di ruang kuliah, tetapi diwujudkan melalui praktik nyata yang menuntut kesiapan, kesabaran, dan kolaborasi.

 

Exit mobile version