FTIK UIN Walisongo Online, Semarang — Perhelatan akbar Wisuda Program Sarjana (S.1) ke-102 UIN Walisongo Semarang yang digelar di Auditorium Kampus 3 pada Sabtu (7/11/2026) menyisakan banyak cerita inspiratif dari para lulusannya. Di antara deretan wisudawan yang merayakan kelulusan, perhatian khusus tertuju pada sosok Ahmad Nizar Zuhdi Al Hakimi. Mahasiswa asal Lamongan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini sukses dinobatkan sebagai peraih predikat Skripsi Terbaik Tingkat Universitas.
Nizar mengawali perjalanannya di Kampus Kemanusiaan dan Peradaban melalui jalur mandiri prestasi berkat torehan deretan prestasi lomba yang digelutinya sejak bangku sekolah. Anak tunggal dari pasangan berlatar pendidikan S1 dan SMA ini membuktikan ketangguhan akademisnya sejak masa perkuliahan awal. Rasa waswas atas ketatnya persaingan program studi disikapi dengan kepasrahan dan niat tulus untuk menuntut ilmu demi membuka jalan studi lanjut ke jenjang S2.
Kegigihan Nizar di ranah akademik dibuktikan dengan rentetan prestasi mentereng yang diukirnya sepanjang perkuliahan. Ia pernah menjadi Finalis Delegasi Airlangga Internal Conference oleh BEM UNAIR, Juara 1 Poster Pangan Universitas Diponegoro (UNDIP), Juara Desain Favorit Poster KMNU, hingga Juara 2 Lomba Esai Ventara. Tidak berhenti pada kompetisi nasional, Nizar juga aktif menulis publikasi ilmiah bereputasi, termasuk menembus jurnal terakreditasi Sinta 2, jurnal pengabdian KKN, hingga berkontribusi dalam penerbitan Antologi Muktamar 35 bersama PWNU Lampung.
Karya ilmiah yang mengantarkan Nizar meraih penghargaan Skripsi Terbaik Tingkat Universitas berjudul “Pedagogical Pathways to Sustainability in ELT: A Systematic Literature Review and Bibliometric Mapping of Eco-ELT Research (2015—2025)”. Penelitian berbobot ini berfokus pada analisis pemetaan riset pembelajaran bahasa Inggris berwawasan lingkungan atau Eco-English Language Teaching (Eco-ELT) dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Gagasan segar skripsi ini bermula saat Nizar mengikuti program KKN Nusantara yang diselenggarakan oleh Kemenag RI, di mana ia menjadi salah satu dari 5 delegasi UIN Walisongo Semarang. Terinspirasi dari pengalaman lapangan tersebut serta ketertarikannya pada isu ekologi sejak SMA, Nizar mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pendidikan berkualitas dan kesadaran menjaga lingkungan hidup.
Di balik kesuksesan karya ilmiahnya, Nizar mengaku harus membagi fokus perkuliahan dengan pekerjaan paruh waktu. Demi mencukupi kebutuhan biaya studi dan mandiri secara finansial, ia melakoni berbagai pekerjaan freelance, mulai dari pengajar di Kumon hingga aktif menjadi penulis artikel populer. Beruntung, perjalanannya juga dibantu oleh raihan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dan beasiswa pendidikan NU.
Dukungan ekosistem kampus UIN Walisongo yang ramah dan supportive menjadi elemen krusial dalam perjalanan riset Nizar. Kebersamaan di komunitas AMC bersama rekan-rekan perjuangannya serta arahan hangat dari dosen pembimbing favoritnya, Bu Lut, senantiasa memberinya energi positif. Meskipun proses revisi dan bimbingan tidak selalu berjalan mulus, dorongan semangat tiada henti dari dosen pembimbing membuatnya terus bangkit memoles riset hingga tuntas.
“Gelar ini tidak hanya sekadar nama, tetapi memiliki makna yang lebih mendalam sebagai bentuk pencapaian yang harus disyukuri. Tetap semangat, optimis, dan tidak henti-hentinya terus belajar serta menggali pengetahuan baru.”
Refleksi mendalam Nizar tersebut menggambarkan cara pandangnya terhadap penghargaan skripsi terbaik yang diterimanya. Bagi Nizar, mahasiswa memegang tanggung jawab moral untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi—yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian—melalui kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanfaatan sosial.
Ketika diumumkan sebagai peraih karya ilmiah terbaik di tingkat universitas pada momen wisuda tersebut, Nizar tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Seluruh dedikasi dan kerja keras yang ia curahkan selama bertahun-tahun di bangku perkuliahan berbuah manis pada pencapaian tertinggi di akhir masa studinya.
Pesan khusus disampaikan Nizar kepada adik-adik tingkatnya di UIN Walisongo agar terus merawat semangat belajar dan tidak cepat puas atas apa yang telah dicapai. Ia berpesan untuk selalu memperbanyak literasi, rajin membaca buku maupun jurnal ilmiah, menekan rasa malas, serta aktif membuka jaringan pergaulan yang positif selama berkuliah.
Kisah perjuangan Ahmad Nizar Al Hakimi mempertegas komitmen UIN Walisongo Semarang sebagai kawah candradimuka yang terus melahirkan ilmuwan muda berdedikasi tinggi. Melalui ketekunan riset, kepedulian pada lingkungan, dan semangat pantang menyerah, Nizar membuktikan bahwa dedikasi akademis mampu membawa dampak luas bagi kemajuan pendidikan bangsa.
