
Minggu, 23 Agustus 2026 — Pengelolaan sumber daya manusia perguruan tinggi semakin bergantung pada kualitas dan keterhubungan data. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) [nama perguruan tinggi perlu dilengkapi] menggelar kegiatan bertema “Optimalisasi dan Integrasi SISTER dalam Mendukung Tata Kelola SDM Berbasis Data”, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan ini tidak hanya membahas SISTER sebagai sarana administrasi dosen, tetapi menempatkannya sebagai bagian penting dari tata kelola SDM perguruan tinggi. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya akurasi data sekaligus pendampingan teknis penginputan informasi ke dalam sistem. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., memberikan perspektif kelembagaan, sementara Diyah Rochati, S.E., M.H. bersama tim mendampingi peserta pada aspek teknis penggunaan SISTER. Kegiatan dimoderatori oleh Sekretaris Program Studi PIAUD, Naila Fikrina Lia, M.Pd.
Dari Administrasi Menuju Tata Kelola Berbasis Data
Transformasi digital perguruan tinggi membuat data dosen tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai kelengkapan administrasi. Data mengenai pendidikan, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi, hingga rekam jejak akademik menjadi sumber informasi yang menentukan banyak proses pengelolaan sumber daya manusia.
Dalam konteks tersebut, optimalisasi SISTER menjadi penting karena kualitas keputusan institusi sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang tersedia. Data yang tidak lengkap, belum diperbarui, atau tidak sesuai dengan dokumen pendukung dapat menimbulkan persoalan pada berbagai proses akademik dan kepegawaian.
Kegiatan pada 23 Agustus 2026 tersebut karena itu diarahkan pada dua persoalan sekaligus: membangun pemahaman mengenai pentingnya integrasi data dan meningkatkan kemampuan teknis pengguna dalam mengelola data melalui SISTER.
“SISTER bukan hanya sebuah sistem administrasi, tetapi instrumen penting untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang berbasis data. Dengan data yang tertib dan akurat, fakultas dapat merencanakan pengembangan sumber daya manusia secara lebih tepat serta mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag.
Perspektif pimpinan tersebut penting karena keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi. Sistem yang baik tetap membutuhkan budaya kerja yang menempatkan ketepatan, keterbaruan, dan konsistensi data sebagai tanggung jawab bersama.
Membawa SISTER dari Konsep ke Praktik
Bagian penting kegiatan adalah pendampingan teknis yang diberikan oleh Diyah Rochati, S.E., M.H. bersama tim. Peserta tidak berhenti pada pembahasan mengenai fungsi sistem, tetapi diarahkan untuk memahami secara praktis bagaimana melakukan penginputan dan pengelolaan data di SISTER.
Pendampingan semacam ini menjadi penting karena persoalan pengelolaan data sering kali muncul bukan karena pengguna tidak memahami pentingnya data, melainkan karena adanya kendala teknis ketika harus memasukkan, memperbarui, menyesuaikan, atau memverifikasi informasi dalam sistem.
Dalam sesi pendampingan teknis, Diyah Rochati, S.E., M.H. bersama tim membantu peserta memahami proses penginputan dan pemutakhiran berbagai komponen data pada SISTER. Materi praktik mencakup pengelolaan portofolio dosen, rekam jejak pendidikan, kinerja pembelajaran, aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, sertifikasi, pengembangan kompetensi, hingga pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD). Melalui pendampingan tersebut, peserta tidak hanya memahami prosedur penggunaan sistem, tetapi juga pentingnya menjaga konsistensi antara data digital dengan bukti akademik yang menjadi dasar pengembangan karier dan tata kelola institusi.
Dengan pendekatan praktik langsung, peserta dapat mengidentifikasi kesulitan yang mereka alami pada akun atau data masing-masing. Model pendampingan ini juga memungkinkan persoalan teknis dibahas berdasarkan kasus nyata, bukan semata-mata melalui penjelasan teoritis.
Diskusi dipandu oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Naila Fikrina Lia, M.Pd., yang berperan sebagai moderator. Interaksi antara narasumber, tim teknis, dan peserta menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan administratif di tingkat individu dengan kepentingan pengelolaan data di tingkat institusi.
Nilai utama kegiatan ini terletak pada upaya mengubah cara pandang terhadap SISTER. Sistem tersebut bukan hanya tempat memasukkan data ketika dibutuhkan untuk proses tertentu, melainkan sumber data yang perlu dikelola secara berkelanjutan agar informasi akademik dan profesional dosen selalu tersedia dalam kondisi akurat.
Data yang Akurat Menjadi Modal Pengembangan SDM
Pengalaman dalam kegiatan ini menunjukkan satu pelajaran penting: transformasi digital di perguruan tinggi tidak selesai ketika sebuah sistem telah digunakan. Transformasi baru memberi dampak ketika data di dalamnya dapat dipercaya dan dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Dalam pengelolaan SDM, basis data yang terintegrasi dapat membantu institusi memperoleh gambaran lebih baik mengenai kompetensi, aktivitas akademik, rekam jejak, serta kebutuhan pengembangan dosen. Dari informasi tersebut, perguruan tinggi dapat merancang pengembangan SDM secara lebih terarah dibandingkan apabila keputusan hanya didasarkan pada pencatatan administratif yang terpisah-pisah.
Karena itu, optimalisasi SISTER memiliki relevansi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi. Tantangannya adalah membangun ekosistem di mana dosen secara konsisten memperbarui data, pengelola melakukan verifikasi, unit kerja menjaga keselarasan informasi, dan pimpinan mampu memanfaatkan data tersebut dalam proses perencanaan.
Sebagai langkah keberlanjutan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan akan melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala terhadap pemutakhiran data SISTER, termasuk memastikan kelengkapan portofolio dosen, kesesuaian dokumen pendukung, serta validitas informasi terkait pendidikan, penelitian, pengabdian, sertifikasi, dan BKD. Selain itu, fakultas akan memperkuat mekanisme verifikasi data agar SISTER dapat menjadi basis informasi strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi dosen, evaluasi kinerja, dan perencanaan tata kelola SDM yang lebih efektif.
Jika proses tersebut dilakukan secara konsisten, data yang selama ini dipandang sebagai kewajiban administratif dapat berubah menjadi aset kelembagaan. Perguruan tinggi tidak hanya mengetahui siapa saja sumber daya manusianya, tetapi juga memiliki dasar yang lebih kuat untuk membaca kapasitas yang dimiliki, menemukan kesenjangan kompetensi, dan menentukan arah pengembangannya.
Pada akhirnya, kualitas transformasi digital perguruan tinggi tidak ditentukan oleh banyaknya sistem yang digunakan, melainkan oleh kemampuan institusi mengubah data menjadi keputusan. Optimalisasi dan integrasi SISTER menjadi bagian dari proses tersebut: memastikan bahwa setiap data yang dimasukkan bukan sekadar tersimpan, tetapi dapat menjadi pijakan bagi tata kelola SDM yang lebih akurat, transparan, dan berbasis bukti.
