
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) mengambil langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui keterlibatan tiga program studi dalam asesmen internasional ACQUIN Cluster 3 yang berlangsung pada 13–14 Juli 2026. Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan S-1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menjadi bagian dari proses evaluasi internasional yang menilai tata kelola, kualitas akademik, sistem pembelajaran, serta layanan pendidikan berbasis standar global.
Pelaksanaan asesmen yang berlangsung di Laboratorium Komputer (LabCom) PTIPD tersebut mempertemukan tim asesor ACQUIN dengan berbagai unsur utama FTIK dan universitas, mulai dari pimpinan institusi, pengelola fakultas dan program studi, tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, hingga alumni. Proses ini tidak hanya menjadi evaluasi terhadap kesiapan dokumen akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan dampaknya terhadap kualitas lulusan.
Bagi FTIK, keterlibatan dalam asesmen internasional ini menjadi bagian dari strategi penguatan mutu akademik sekaligus langkah menuju internasionalisasi pendidikan keguruan. Fakultas memandang bahwa standar global bukan hanya menjadi ukuran capaian institusi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperbaiki sistem, memperkuat tata kelola, dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman.
FTIK Membawa Tiga Program Studi Pendidikan dalam Evaluasi Mutu Internasional
Keterlibatan FTIK dalam ACQUIN Cluster 3 menjadi momentum penting dalam memperlihatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada tiga program studi unggulan, yaitu S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan S-1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Ketiga program studi tersebut memiliki peran strategis dalam menyiapkan calon pendidik profesional pada berbagai jenjang pendidikan. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berorientasi pada pengembangan kompetensi calon guru bahasa yang mampu merespons kebutuhan pendidikan global. Program Studi PGMI berfokus pada penguatan tenaga pendidik tingkat sekolah dasar dengan karakter akademik dan keislaman yang kuat, sedangkan Program Studi PIAUD diarahkan untuk menghasilkan pendidik anak usia dini yang memiliki kompetensi pedagogik dan pemahaman perkembangan anak secara menyeluruh.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag, menegaskan bahwa keterlibatan tiga program studi dalam asesmen ACQUIN merupakan bagian dari komitmen FTIK untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat daya saing institusi di tingkat internasional.
Menurutnya, proses asesmen internasional tidak hanya dipahami sebagai evaluasi terhadap capaian yang telah dilakukan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperoleh masukan konstruktif dalam pengembangan fakultas dan program studi ke depan. FTIK berharap proses ini dapat memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta mendorong inovasi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perubahan global.
“Asesmen internasional merupakan ruang pembelajaran bagi institusi untuk melihat posisi, memperbaiki kekurangan, dan mengembangkan keunggulan yang dimiliki. Kami berharap tiga program studi yang mengikuti proses ini semakin mampu menunjukkan kualitas akademiknya serta menghasilkan lulusan pendidikan yang unggul dan berkontribusi bagi masyarakat,” demikian substansi harapan Dekan FTIK Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag.
Dalam asesmen ini, tim asesor ACQUIN menggali berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, termasuk strategi pengelolaan fakultas, implementasi kurikulum, sistem penjaminan mutu, kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, layanan mahasiswa, serta keterlibatan alumni dalam memberikan gambaran terhadap relevansi pendidikan yang diberikan.
Dialog Multi-Pemangku Kepentingan Menunjukkan Praktik Nyata Budaya Mutu
Hari pertama asesmen, Senin, 13 Juli 2026, diawali dengan persiapan teknis dan individual Zoom test yang dilakukan oleh tim PTIPD dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) untuk memastikan seluruh perangkat dan sistem komunikasi berjalan optimal.
Selanjutnya, sesi evaluasi dimulai melalui Discussion Round 1: University Management yang melibatkan Rektor dan tim manajemen universitas. Diskusi ini menjadi ruang untuk menjelaskan arah kebijakan institusi, strategi pengembangan universitas, serta komitmen pimpinan dalam membangun sistem pendidikan berbasis mutu.
Proses dilanjutkan melalui Discussion Round 2: Faculty and Programme Managerial yang melibatkan Dekan, tim fakultas, serta ketua program studi. Pada sesi ini, FTIK menyampaikan berbagai aspek pengelolaan akademik, mulai dari pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, penguatan sumber daya manusia, hingga implementasi sistem penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi.
Sesi ketiga menghadirkan Administration Staff yang melibatkan kepala biro dan tim. Perspektif tenaga kependidikan menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana sistem administrasi mendukung kualitas layanan akademik bagi mahasiswa dan dosen.
Pada hari kedua, Selasa, 14 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan melalui Campus Tour Live yang dipandu moderator fakultas bersama videografer fakultas dan program studi. Kegiatan ini memberikan gambaran langsung mengenai lingkungan akademik dan fasilitas pendukung pembelajaran.
Asesmen kemudian berlanjut melalui Discussion Round Alumni and Students serta Discussion Round Study Program and Lecturer. Kehadiran mahasiswa, alumni, dosen, dan pengelola program studi memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai pengalaman akademik, kualitas pembelajaran, relevansi kompetensi lulusan, dan tantangan pengembangan pendidikan.
Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh koordinasi antara FTIK, program studi, PTIPD, dan LPM. Peserta mengikuti standar pelaksanaan asesmen internasional, termasuk kesiapan perangkat, ketepatan waktu, pengaturan komunikasi selama sesi daring, serta ketersediaan dokumen pendukung.
ACQUIN sebagai Momentum Transformasi Mutu dan Internasionalisasi FTIK
Pelaksanaan ACQUIN Cluster 3 menjadi bagian dari perjalanan FTIK dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Proses asesmen ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak hanya bergantung pada dokumen akademik, tetapi juga pada praktik nyata yang melibatkan seluruh komunitas akademik.
Keterlibatan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni memperlihatkan bahwa mutu pendidikan merupakan hasil kerja bersama. Setiap unsur memiliki peran dalam memastikan bahwa proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan memiliki daya saing.
Harapan Dekan FTIK Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag juga menegaskan pentingnya menjadikan hasil asesmen sebagai dasar pengembangan berkelanjutan. Masukan dari asesor diharapkan dapat menjadi referensi strategis dalam memperkuat sistem akademik, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas jejaring internasional.
Lebih dari sekadar pencapaian akreditasi, ACQUIN Cluster 3 menjadi refleksi bahwa pendidikan keguruan memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masa depan bangsa. Kualitas guru yang dihasilkan perguruan tinggi akan menentukan kualitas generasi yang mereka didik.
Dengan komitmen terhadap evaluasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan, FTIK menunjukkan bahwa internasionalisasi pendidikan bukan hanya tentang pengakuan global, tetapi tentang membangun institusi yang terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
